Selasa, 24 September 2013

Proyektor Mistis

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya, lebih baik saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Muhammad Athallah Rizki Putra. Ok sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya.

Suatu hari terdapat sebuah kelas yang sedang serius belajar. Mereka sedang belajar Biologi. Kemudian karna materi yang diterangkan ada di laptop, maka saya pun menyalakan proyektor. Awalnya kegiatan belajar di proyektor berjalan biasa saja. Tiba-tiba proyektor itu berkedip-kedip. Dan lama-lama menampilkan gambar seram, yaitu berupa gambar sebuah tubuh yang sudah termutilasi. Kami semua pun ketakutan dan langsung mematikan proyektornya untuk mencari aman. Dan guruku langsung melaporkan kejadian itu ke kepala sekolah. Tapi kepala sekolah tampak tidak peduli dan hanya mengatakan bahwa itu hanya halusinasi. Dan guruku kembali ke kelas dan menyudahi pelajaran. Sebelum menyudahi pelajaran, guruku menyampaikan apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Setelah guruku menyampaikan itu, aku pun berpikir, apakah halusinasi yang sama bisa dialami bersama?

Pada saat istirahat, semua laki-laki pun membicarakan itu. Dan salah satu temanku yang bernama Arga menceritakan mitos itu. Katanya, "Pernah ada pembunuhan berupa mutilasi di kelas ini, dan tubuh yang sudah terpotong itu disimpan di dalam proyektor itu! makanya proyektor itu menjadi seram!". Dan laki-laki yang lain pun ketakutan. Dan di berbicara lagi,"Kalo malem-malem di atas jam 9 ada yang nyalain proyektor itu, nanti orang itu akan mati!!!!!!!!!". Yang lain pun tambah ketakutan. Dan temenku yang bernaman Avif tidak percaya akan itu dan dia berkata,"Alah aku gak percaya itu, nanti malem aku akan buktikan bahwa gak akan terjadi apa-apa!".

Dan malam harinya dia pergi ke sekolah sendirian jam 10 malam. Dan kemudian dia menyalakan proyektornya. Dan esoknya......................

Temanku yang bernama Nude pun terkaget luar biasa karena menemukan tubuh  Avif yang sudah tak bernyawa. Dan  Nude pun berteriak "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa". Sehentak aku yang baru datang pun juga kaget dan langsung memanggil guru yang ada. Dan kemudian guruku memanggil polisi dan setelah polisi datang, mayat itu langsung diotopsi. Dan setelah diselidiki polisi pun tak bisa menjelaskan apa penyebab kematian ini. Dan laki-laki dari kelasku pun membicarakan ini. Kata Arga,"Tuh kan bener, ada yang mati gara-gara nyalain proyektor itu diatas jam 10 malem!". Aku pun berbicara,"Iya sekarang aku percaya! tapi kalo kita nyalain proyektor itu bareng-bareng di atas jam 10 itu gimana?" Arga berkata,"Kalo bareng-bareng, katanya hampir setengah dari kumpulan orang itu akan mati!". "Berarti gak ada yang berani juga kalo bareng-bareng.",kataku. Dan Arga pun menganggukkan kepala. Dan aku punya ide,"Bagaimana kalo semua cowok disini pergi bareng-bareng pas jam 10? Kalo terjadi apa-apa aku yang tanggung jawab deh!". Dan semua pun setuju.

Dan kami ketemuan di rumahku jam 09.30 dan sampai di sekolah jam 10. Setelah membuka pintu kelas, kami langsung menyalakan proyektor dan menonton spongebob. Dan setelah beberapa saat muncul gambar misterius korban mutilasi. Dan korban mutilasi itu menampakkan wujudnya berupa hantu. Hantu itu berwujud seorang perempuan yang sudah kehilangan kedua kakinya dan kehilangan tangan kirinya dan hantu itu juga memegang kapak. Hantu itu mulai menyerang kami. Kami semua pun ketakutan. Tapi aku memberanikan diri untuk berbicara dengannya. "Hei!!", kataku. "Kenapa kamu menyerang kami, kami tidak salah apa-apa!." lanjut aku. Dan dia berkata,"Aku ingin membalas dendam atas kematianku! Aku ingin membunuh orang yang telah menyimpam potongan tubuhku di proyektor itu!". "Baiklah, tapi jangan bunuh orang yang tidak bersalah! Kamu telah membunuh temanku! Siapa yang bersalah atas pembunuhanmu!", dengan berani aku mengatakan itu."Guru bahasa inggrismu Bu Lina!",katanya. "OK, kami akan melaporkan si pembunuh agar dia ditangkap! Tapi dengan syarat jangan membunuhh orang yang tidak bersalah!",kataku. "Baiklah, terima kasih." dan hantu itu pun langsung pergi. Keesokan harinya kami langsung melaporkan kejadian itu ke polisi dan langsung menangkapnya. Polisi langsung membongkar proyektor itu dan menemukan potongan tubuh. Bu Lina pun mengaku bahwa ia telah memutilasi salah satu muridnya yang bernama Sekar. Dan akhirnya pihak sekolah mengganti proyektor itu dan kami pun dapat melakukan kegiatan belajar-mengajar tanpa diganggu oleh gambar mistis itu. Dan samar-samar terdengar suara kegirangan dari belakang kelas.

(Mohom maaf bila ada kesamaan nama, karena ini hanya cerita belaka)
Terima kasih telah membaca!                   

 
biz.