Selasa, 17 Maret 2015

Jangan Salah Tentang Buku Harian

Sebagaimana yang kita ketahui, buku harian atau Diary adalah catatan kejadian yang kita alami sehari—hari. Biasanya diary ini ditulis oleh cewek. Kalau ada cowok yang menulis diary, biasanya dia mendapat julukan “Cowok Letoy” atau “Banci”. Padahal, faktanya orang jenius seperti Albert Einstein juga menulis menulis buku harian. Catharine M. Cox, seorang penulis buku, pernah mempelajari kebiasaan 300 orang jenius – seperti isaac Newton, Einstein, dan Thomas Jefferson – dan menemukan bahwa semua orang jenius tersebut merupakan penulis buku harian yang rajin. Karena menulis buku harian dapat mengasah IQ (Intelligence Quotient).

Berikut akan saya jelaskan tentang manfaat menulis buku harian.

1. Menulis bermanfaat bagi kesehatan mental.
Profesor psikologi Universitas Texas, James W. Pennebaker, Ph.D., dalam bukunya Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions menulis bahwa “kondisi mental orang yang biasa mengekspresikan emosi dan isi pikiran dengan cara menulis lebih stabil jika dibandingkan dengan orang yang tidak terbiasa menulis.” Penulis aktif lebih mampu mengendalikan stres.
2. Mengasah rasa dan kreativitas.
Mungkin anda tidak sadari, ketika anda menulis dalam buku catatan harian, anda telah sedang mengasah kepekaan perasaan anda terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan alam. Penulis buku diary juga cenderung lebih kreatif ketimbang orang yang tidak pernah menulis.
3. Menulis buku diary adalah mencatat sejarah.
Bayangkan jika anda aktif menulis buku catatan harian sejak kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga di usia tua nanti. Maka semua perjalanan hidup anda telah terekam, tercatat sebagai sejarah, dan akan sangat bermanfaat bila kelak dibaca oleh anak-cucu anda. Dengan teknologi komputer dan Internet saat ini, anda tidak harus menulis catatan harian pada kertas buku. Telah banyak orang menulis diary pada komputer atau situs Internet, misalnya blog pribadi, Facebook, atau Google Plus. Kalau akun online itu tidak anda hapus selamanya, maka sejarah hidup anda akan terakses berpuluh bahkan mungkin beratus tahun kemudian. Tapi ingat, pengalaman yang bersifat sangat pribadi jangan disebarkan di media sosial sehingga semua orang tau masalah anda. Cukup orang-orang terdekat yang tau.
4. Buku catatan harian sebagai sumber uang.
Dr. dr. Faisal Baraas, Direktur Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, adalah salah satu contoh penulis catatan harian yang aktif. Sejak kuliah hingga ditugaskan menjadi dokter, dia rutin menulis buku diarynya, bahkan hingga di usia yang telah tua. Umumnya berisi kisah-kisah dan keluhan pasien yang berobat padanya. Isi buku diary Faisal Baraas dulu sudah diterbitkan menjadi buku komersial dengan judul Catatan Harian Seorang Dokter, dan mendapat penghargaan sebagai buku terbaik. Isinya bukan soal ilmu medis, tapi kehidupan sosial dan aspek humanis dari pasien-pasiennya.


Jadi gimana guys? Apakah kalian tertarik untuk menulis buku harian? 

Rizki Putra

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.