Sebagaimana
yang kita ketahui, buku harian atau Diary
adalah catatan kejadian yang kita alami sehari—hari. Biasanya diary ini ditulis
oleh cewek. Kalau ada cowok yang menulis diary, biasanya dia mendapat julukan “Cowok
Letoy” atau “Banci”. Padahal, faktanya orang jenius seperti Albert Einstein
juga menulis menulis buku harian. Catharine M. Cox, seorang penulis buku,
pernah mempelajari kebiasaan 300 orang jenius – seperti isaac Newton, Einstein,
dan Thomas Jefferson – dan menemukan bahwa semua orang jenius tersebut
merupakan penulis buku harian yang rajin. Karena menulis buku harian dapat
mengasah IQ (Intelligence Quotient).
Berikut akan saya jelaskan tentang manfaat menulis buku harian.
1. Menulis bermanfaat bagi kesehatan mental.
Profesor psikologi Universitas Texas, James W.
Pennebaker, Ph.D., dalam bukunya Opening Up: The Healing Power of Expressing
Emotions menulis bahwa “kondisi mental orang yang biasa mengekspresikan emosi
dan isi pikiran dengan cara menulis lebih stabil jika dibandingkan dengan orang
yang tidak terbiasa menulis.” Penulis aktif lebih mampu mengendalikan stres.
2. Mengasah rasa dan kreativitas.
Mungkin anda tidak sadari, ketika anda menulis dalam
buku catatan harian, anda telah sedang mengasah kepekaan perasaan anda terhadap
diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan alam. Penulis buku diary juga
cenderung lebih kreatif ketimbang orang yang tidak pernah menulis.
3. Menulis buku diary adalah
mencatat sejarah.
Bayangkan jika anda aktif menulis buku catatan harian
sejak kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga di usia tua nanti. Maka semua
perjalanan hidup anda telah terekam, tercatat sebagai sejarah, dan akan sangat
bermanfaat bila kelak dibaca oleh anak-cucu anda. Dengan teknologi komputer dan
Internet saat ini, anda tidak harus menulis catatan harian pada kertas buku.
Telah banyak orang menulis diary pada komputer atau situs Internet, misalnya
blog pribadi, Facebook, atau Google Plus. Kalau akun online itu tidak anda
hapus selamanya, maka sejarah hidup anda akan terakses berpuluh bahkan mungkin
beratus tahun kemudian. Tapi ingat, pengalaman yang bersifat sangat pribadi
jangan disebarkan di media sosial sehingga semua orang tau masalah anda. Cukup
orang-orang terdekat yang tau.
4. Buku catatan harian sebagai
sumber uang.
Dr. dr. Faisal Baraas, Direktur Rumah Sakit Jantung
Harapan Kita, Jakarta, adalah salah satu contoh penulis catatan harian yang
aktif. Sejak kuliah hingga ditugaskan menjadi dokter, dia rutin menulis buku
diarynya, bahkan hingga di usia yang telah tua. Umumnya berisi kisah-kisah dan
keluhan pasien yang berobat padanya. Isi buku diary Faisal Baraas dulu sudah
diterbitkan menjadi buku komersial dengan judul Catatan Harian Seorang Dokter,
dan mendapat penghargaan sebagai buku terbaik. Isinya bukan soal ilmu medis,
tapi kehidupan sosial dan aspek humanis dari pasien-pasiennya.
Jadi gimana guys? Apakah kalian tertarik untuk menulis
buku harian?

0 komentar:
Posting Komentar